Bela diri
Almy Tau | July 26, 2006 | 4:39 am


Orang2 yang menekuni bela diri pasti pernah sampai pertanyaan berikut, atau paling tidak pernah mendengar seseorang yang mengajukan pertanyaan ini:
Apakah bela diri yang terbaik di dunia?
Naluri yang pertama muncul adalah menyatakan bela diri yang kita pelajarilah yang terhebat. Dan kemudian akan muncul argumen2 untuk memperkuat pernyataan tersebut. Alasan2 yang pernah saya lihat di antaranya adalah:
- “Kungfu adalah bela diri terkuat, karena mempunyai sejarah ribuan tahun, dan terbukti di medan perang”
- “Para ahli Muay Thai pernah bertanding dengan para ahli kungfu, dan ahli kungfu kalah telak karena kuda2 mereka statik dan tidak bisa dipakai dalam perkelahian”
- “Karate Kyokushinkai adalah yang terkuat, buktinya sang pendiri bisa membunuh kerbau ngamuk dengan sekali pukul, dan salah satu syarat naik tingkatnya adalah berkelahi dengan 100 orang berturutan”
- “Gracie Jujitsu adalah yang terkuat, karena bisa mengalahkan bela diri striking (termasuk di dalamnya karate) dengan ground fighting”
- “Kombinasi bela diri yang terbaik adalah striking yang diimbangi dengan ground fighting (karena akhirnya para ground fighter terpaksa belajar striking)”
- Dan akhir ini saya pernah baca komentar terbaru dari kalangan kungfu: “Kungfu bisa menangkal bela diri lain tanpa kecuali, tapi masalahnya tidak ada praktisioner yang benar2 lihai dalam menggunakannya”
dst.dst.
Perdebatan ini tidak habis2nya, dan saya di sini bukan mau menyatakan satu aliran lebih hebat dari yang lainnya. Saya juga pernah terperangkap perdebatan2 seperti ini, tapi akhirnya angkat tangan,
karena tidak ada gunanya. Ada ahli bela diri Cina yang tidak terkalahkan pada akhir abad ke-19, namun akhirnya dia mati diracun oleh lawannya. Begitu banyaknya ahli bela diri Cina pra-Perang Dunia ke 2 tapi toh dijajah Jepang juga. Gracie Jujitsu mungkin terkuat di masanya, tapi itu adalah sebuah bela diri yang berevolusi dari sistem dojo dan kompetisi. Seorang yang tinggal di Jakarta mungkin cocok belajar sistem A, tetapi di pedesaan mungkin lebih efektif belajar sistem B. Semuanya tergantung situasi masing2.
Saran saya bagi yang mau belajar bela diri? Pertama niatnya harus kuat dulu, kalau tidak Anda akan berhenti di tengah jalan sambil berpikir “ngapain saya capek2 belajar ginian di abad nuklir dan senapan?”. Kedua, kalau sudah memilih satu sistem yang disukai, tekuni sampai tingkat advance, jangan campur baur sedikit aliran A, sedikit aliran B. Dan ketiga, gunakan ilmu tersebut ke suatu jalan, bukan untuk menyombongkan diri, dan bukan untuk disimpan2. Ada lagi sih saran2 lain, tapi segitu ajalah dulu.
FYI, saya juga belajar cuma 4 tahun, dan sisanya belajar sendiri meng-ulang2 semua yang saya ketahui… hehehe
Bagi audiens yang pernah belajar bela diri, saya pingin tahu komentarnya. Trims!






Salam sebelumnya saya pieter (27 th) hendak bertanya apakah untuk
pieter | October 10, 2006 | 10:12 amSalam sebelumnya saya pieter (27 th) hendak bertanya apakah untuk seumuran saya ini masih bisa belajar bela diri terutama kungfu
Jika bisa ada saran dimana saya bisa belajar (saya bertempat tinggal di daerah Gunung Sahari, Ancol, Jakarta Utara)
Makasih banyak sebelumnya
Salam pieter, Saya sendiri memulai belajar bela diri di usia senja.
Almy Tau | October 14, 2006 | 5:29 amSalam pieter,
Saya sendiri memulai belajar bela diri di usia senja. Sebelumnya tidak pernah. Ini opini pribadi saya saja: siapa pun bisa belajar bela diri pada umur berapa pun. Tapi tentu saja ekspektasinya harus realistis. Kalau mulai belajar pada usia dua puluhan, fleksibilitas sudah banyak berkurang, jadi usaha harus ekstra keras dibanding seseorang yang mulai belajar di usia remaja.
Sayangnya saya kurang tahu lokasi2 belajar di Jakarta, karena tempat belajar saya di Amrik. Saran saya pertama2 tentukan niat Anda belajar bela diri itu apa.. untuk kompetisikah? untuk kesehatan? Untuk self defense? Kalau niatnya sudah jelas, mencari aliran yang pas itu cukup gampang.
Untuk bung pieter, anda tidak perlu ragu dan takut tuk
Adi Pranata | December 11, 2006 | 9:46 amUntuk bung pieter, anda tidak perlu ragu dan takut tuk belajar kungfu. Apalagi pada usia segitu masih tergolong muda. Saya sendiri pernah punya murid di Surabaya usia 45 tahun. Tapi dia bisa mengikuti pelajaran dengan jelas dan bisa maju walaupun step by step. Itu membuktikan usia tidak mempengaruhi seseorang tuk belajar beladiri. Kalau anda kepingin belajar bisa menghubungi saya di 021-93821586, 08563026244 (Adi). Mau tanya-2 dulu juga gpp. Saya tunggu contacnya ya… Thx
Bung Adi: salam kenal.. kalau boleh tahu, anda mengajar kungfu aliran
Almy Tau | December 16, 2006 | 2:20 amBung Adi:
salam kenal.. kalau boleh tahu, anda mengajar kungfu aliran apa? saya pingin juga tukar menukar pengalaman (ini bukan eufemisme ngajak adu jotos ya hehehe)
Tau
[...] kenapa sekarang jadi pingin meneruskan. Pada postingku yang sebelumnya,
Almy and Tauhid’s Blog » Bela diri, revisited — Kendo | November 22, 2007 | 11:08 am[…] kenapa sekarang jadi pingin meneruskan. Pada postingku yang sebelumnya, aku menyinggung tentang ‘bela diri yang terbaik’. Sekarang aku ingin membahas tentang apa sih yang bisa dipelajari dari bela diri, khususnya yang […]
beladiri yang terbaik untuk duel ( satu lawan satu )
azzam | March 19, 2008 | 10:08 ambeladiri yang terbaik untuk duel ( satu lawan satu ) adalah Brasilian/gracie Jiu jitsu, hampir semua beladiri di dunia pernah di kalahkannya. mulai dari wrestling eropa, sambo rusia, kungfu, muaythai sampai pencak silat ditaklukkan di atas ring (liat aja di youtube).
untuk yang berbadan lemah yang tidak suka banyak gerak belajarlah martial art yang full teknik seperti aikido, tapi yang suka menyerang belajarlah yang striking seperti muaythai, setiap beladiri punya kelebihan masing-masing.
Salam bung Almy, Maaf baru balas coz, saya baru buka forum
Adi Pranata | June 6, 2008 | 2:05 pmSalam bung Almy,
Maaf baru balas coz, saya baru buka forum ini secara tidak sengaja. Saya sendiri dah lupa kalau pernah isi testi di forum ini….:) Saya mengajar Kungfu aliran Shaolin Sie lengkap Utara dan Selatan. Saya juga mengajar Tai Chi Chuan. Kalau anda sendiri belajar beladiri apa? Mungkin untuk selanjutnya kita bisa komunikasi di nagalangitsiauwlimkungfu@yahoo.com
Saya ingin bertanya!!antara pencak silat,tarung derajat dan muay thai manakah
Anto | June 28, 2008 | 3:08 amSaya ingin bertanya!!antara pencak silat,tarung derajat dan muay thai manakah yang menurut anda terbaik?
Anto: Seperti layaknya seorang tentara yang mempunyai bermacam senjata untuk menyelesaikan
Almy Tau | July 4, 2008 | 4:22 pmAnto:
Seperti layaknya seorang tentara yang mempunyai bermacam senjata untuk menyelesaikan tugasnya yang berbeda-beda, kita juga bisa memilih bela diri yang terbaik untuk tujuan kita. Pencak silat murni (bukan versi tournament) menurut saya adalah terbaik untuk real-world — no kidding life and death situation. Tapi pencak silat dalam versi modern sekarang mungkin tidak akan survive melawan bela diri semacam mixed martial arts. Tarung drajat saya belum pernah lihat. Muay thai adalah bela diri yang efektif di arena UFC, tapi ground fightingnya kurang. Dan saya tambahkan Tai Chi — ini sebetulnya bela diri yang sangat bagus, tapi sepertinya harus training puluhan tahun dulu kalau ingin bisa membela diri dengan efektif.
Jadi ‘terbaik’ itu apa maksudnya? Terbaik dalam membunuh lawan dengan cepat? Terbaik dalam melumpuhkan lawan? Terbaik untuk menang di turnamen? Terbaik untuk kesehatan? Tidak ada satupun bela diri di dunia ini yang bisa dikatakan ‘terbaik’ dalam semua aspek.
Salam,
Tau
Oh begitu ya!!terima kasih atas penjelasannya..tapi saya ingin bertanya lagi!!apakah
Anto | July 26, 2008 | 11:52 pmOh begitu ya!!terima kasih atas penjelasannya..tapi saya ingin bertanya lagi!!apakah beladiri di luar pencak silat ada yang menggunakan ilmu tenaga dalam?atau murni dari olah fisik kita?tolong anda berikan contoh beladiri apa yang menggunakan ilmu itu jika ada!!terima kasih sebelumnya..
Anto: Even better than just 'tenaga dalam', kungfu shaolin adalah bela
Almy Tau | July 28, 2008 | 12:51 amAnto:
Even better than just ‘tenaga dalam’, kungfu shaolin adalah bela diri yang komprehensif — tenaga luar dan dalam dua2nya kuat. Ini ada sekolahnya di Malaysia
http://www.shaolin-wahnam.org/
Selain Shaolin, kungfu Cina dan pencak silat, sejujurnya saya tidak mengetahui aliran apa lagi yang melatih tenaga dalam secara sistematis.
Tauhid
Salam bung tauhid..saya ingin bertanya lg nih apakah taichi itu
Anto | August 2, 2008 | 3:21 amSalam bung tauhid..saya ingin bertanya lg nih apakah taichi itu sama seperti beladiri pernapasan yg ada di indonesia?seperti satria nusantara ato tapak suci?dan satu lagi..apakah latihan fisik yg terlalu keras macam muaythai tidak akan memberi efek yg buruk bagi organ tubuh kita di kemudian kelak?terima kasih
Salam Anto, Taichi setahu saya sangat mementingkan tenaga 'dalam', namun ini
Almy Tau | August 12, 2008 | 2:59 amSalam Anto,
Taichi setahu saya sangat mementingkan tenaga ‘dalam’, namun ini mungkin bukan tenaga dalam yang berlaku di satria nusantara atau tapak suci. Taichi berfokus ke membangkitkan tenaga di dalam tubuh dan kemudian tenaga dialirkan ke tangan dan kaki. Ini sangat berbeda dengan bela diri tenaga luar, di mana tangan dan kaki dilatih dengan metoda2 luar semacam push up, angkat besi, punching bag dll. sehingga kemudian memperkuat seluruh badan. Ini yang mungkin Anto maksud dengan ‘latihan fisik’.
Saya punya pendapat pribadi bahwa ‘moderation’ adalah yang terbaik. Kalau bela diri terlalu menonjolkan tenaga dalam tanpa melatih sparring skills atau memukul benda fisik, maka hasilnya paling2 badan yang makin sehat tanpa ada skill membela diri (tidak apa-apa sih kalau memang hanya ini tujuannya). Kalau bela diri terlalu menonjolkan tenaga luar, tanpa cukup meditasi dan mengendalikan pikiran dan qi (tenaga dalam), maka badan bisa rusak dan pikiran pun bisa jadi agresif, mudah marah, tidak sabaran, dan kehidupan sosial kita pun terpengaruh.
Muay Thai, seperti layaknya bela diri ‘tenaga luar’ lainnya, tidak akan memberi efek buruk kalau perawatannya baik. Tapi tentu saja penanganannya harus serius.
Tauhid
MAAF,SAYA SEKEDAR SHARING SAJA. SETAHU SAYA BUTONG SANGAT HEBAT.
BUDI | November 25, 2008 | 9:24 amMAAF,SAYA SEKEDAR SHARING SAJA. SETAHU SAYA BUTONG SANGAT HEBAT.