Banjir Jakarta
Almy Tau | February 11, 2007 | 2:52 pmDi Youtube ada berbagai macam videoklip banjir Jakarta dari sudut pandang saksi mata lokal. Ada satu klip yang menunjukkan orang2 yang mempunyai kereta dorong, menawarkan jasa pengangkutan. Barang2 yang diangkut adalah yang tak boleh basah, dan susah angkat sendiri melalui banjir.. misalnya sepeda motor, barang2 elektronik atau entah apa lagi. Para ‘transporter’ dadakan ini memasang harga 5000 rupiah sekali angkut. Tapi kemudian di klip yang sama nampak ada yang memasang harga berbeda, 7000, 10000 dst. Ada juga yang mentarif 20000 kalau barangnya berat2. Ternyata kompetisi ekonomi terjadi juga dalam mikrokosmos banjir Jakarta ini.
Aku memprediksi bahwa di milis2 Indonesia akan mulai marak lagi diskusi2 berkisar bencana alam (I’m kinda doing that right now). Ada yang akan menggalang dana untuk sumbangan, ada yang akan bertanya2.. ‘mana si X teman kuliah kita dulu? ‘Wah, mbak Y rumahnya kebanjiran nggak ya? saya baca di internet daerah perumahannya kebanjiran.’ Dan seperti hal2 yang sudah lewat, sepertinya setelah semua ini hilang dari ingatan, kita akan get on with our lives walau orang2 yang terkena musibah tersebut will be picking up pieces of their lives for a long time. Kita udah lihat ini berkali2 pasca bencana tsunami, gempa Jogja, longsor di entah mana, banjir Jakarta yang sebelumnya juga. Or maybe I’ve been too out of touch with what’s happening in Indonesia, sampai aku gak pernah tahu kesudahan2 bencana2 ini.. aku hanya berharap semua bencana berakhir dengan sebaik2nya bagi yang affected.






Recent Comments