Manajemen
Almy Tau | November 3, 2007 | 8:58 pmPic unrelated.
Akhir-akhir ini, aku lumayan sering baca buku2 manajemen/bisnis. Semua buku-bukunya direkomendasiin orang. Setelah membaca beberapa buku, aku takjub juga, karena ternyata buku-buku tersebut menekankan sifat2 baik macam honesty, integrity, goodwill, optimistic, berbaik sangka dan seterusnya – mulai dari tingkat strategi sampai operasional.
Dalam pembahasan manajemen tingkat atas (CEO, COO level), diliput topik2 seperti bagaimana sebagian perusahaan bisa mempertahankan kesuksesannya dalam jangka waktu lama (IBM, Walt Disney), dan apa faktor2 yang bisa mengangkat sebuah perusahaan melebihi saingannya.
Di tingkat manajemen menengah, buku-buku tersebut membuka mataku tentang berbagai ragam sebuah perusahaan melihat, memperlakukan dan memotivasi para pekerjanya — apakah si company melihat si pekerja sebagai sekedar komoditi yang tenaganya dimanfaatkan, atau sebagai partner yang sama-sama mempunyai goal yang sinergis? Apakah seorang manager melihat dirinya sebagai ‘raja’ kecil yang membawahi anak-anak buah, ataukah hanya seorang pekerja biasa, yang kebetulan punya skill memimpin? Bila sebuah perusahaan punya seorang pekerja professional (engineer, akuntan, analyst) yang hasil kerjanya sangat baik selama bertahun2, apakah baik kalau dia dipromosikan menjadi manager? Apakah adil seorang manager yang baru bekerja beberapa tahun digaji jauh lebih tinggi dari seorang expert yang sumbangannya sangat besar kepada si perusahaan selama puluhan tahun (jadi teringat deh film “In Good Company“)?
Yang membuat buku-buku ini menarik bagiku bukan hanya untuk membuka wawasan untuk karirku di masa depan, tetapi juga karena buku-buku ini memberi ‘human face’ kepada hal-hal yang selama ini seperti ilmu yang hambar bagiku, seperti engineering, programming, perdagangan saham.
Tau







Recent Comments