Volunteer work
Almy Tau | August 31, 2008 | 10:36 pmTeman kerjaku bercerita tentang saat-saat Hurricane Katrina dulu.. Orang-orang New Orleans, karena kota mereka kebanjiran, pada mengungsi ke kota-kota lain. Ada yang ke Houston, dan ada yang ke San Antonio. Temanku dengan niat baiknya, menjadi sukarelawan, dengan niat membantu meringankan beban para pengungsi. Malah ada kenalan dia yang menerima satu keluarga untuk tinggal di rumahnya, dan keluarga tersebut bebas memperlakukan rumah tersebut seperti rumah sendiri.
Itu sisi positifnya.. nah ini sisi negatifnya
Temanku melihat sendiri bagaimana sulitnya berkerja sebagai sukarelawan. Bukan masalah capek badan saja, tetapi capek mental. Para pengungsi seperti tidak tahu berterima kasih, mereka membentak-bentak para sukarelawan agar lebih cepat bekerja dan membagi-bagikan barang suplai. Temanku ngedumel, apa mereka nggak tahu kalau dia itu datang tanpa diminta, dan sebetulnya tidak ada kewajiban dia menjadi sukarelawan? O ya, kenalannya itu yang menerima satu keluarga untuk tinggal di rumah? Suatu hari dia pulang ke rumahnya, ternyata sudah ludes dijarahin. Keluarga yang ditampungnya itu entah ke mana perginya.
Ganti cerita..
Kemarin aku ke Konsulat Indonesia, kebetulan imam mesjid Baytown yang aku sudah agak2 kenal ngasih ceramah. Wah aku senang banget, karena beliau lulusan Al-Azhar, hafal Qur’an, dan sangat rendah hati, tutur katanya baik, dan penyabar. Memang kedengaran klise sih, tapi terus terang baru kali inilah aku benar2 menjumpai orang seperti itu. Believe the hype — orang2 Al-Azhar memang mantaaap ilmunya.
Satu topik dari ceramahnya sangat membekas dihatiku..Bila ingin mengerjakan suatu ibadah, mantapkan niat sebelum, selama, dan sesudah ibadah itu dikerjakan. Ada kalanya niat kita mantap di awal.. tapi setelah melihat realita dan tantangan di lapangan niat tersebut jadi luntur. Atau mungkin niat itu terbelokkan menjadi yang lain, setelah mengalami penilaian positif ataupun negatif dari orang lain. Kalau kita tidak hati2, bisa2 niat kita melakukan ibadah tersebut dinodai oleh rasa riya atau putus asa. Ibaratnya, niat itu adalah air yang tumpah di atas meja, yang mengalir ke mana-mana. Kalau niat hendak dibulatkan, itu membutuhkan kerja yang keras, sebagaimana sulitnya mengumpulkan kembali air yang tumpah di atas meja.
Ramadhan Mubarak! Mari tingkatkan ibadah di bulan suci ini di setiap saat.. bukan hanya ibadah seperti baca Qur’an, shalat, zakat, puasa, zikir dan semacamnya, tetapi juga ibadah seperti senyum dan berkata baik, mendakwahkan Islam, dan mungkin kalau ada kesempatan, melakukan volunteer work dengan niat yang bulat.
Tauhid






Recent Comments